Kisah Sukses


 
Kisah Sukses
Susu membuat stamina saya lebih kuat

Sekarang


Sebelumnya
Nama: Nita Sitepu
Umur: 24 tahun
Berat Badan Awal: 83 kg
Berat Badan Sekarang: 59 kg
Tinggi Badan: 162 cm
Pekerjaan: HRD Bank Swasta

Yang dialami:
Ketika masuk SMA, Nita sangat suka jajan. Mulai dari kue-kue hingga makanan berat, seperti mie bakso. Kebiasaan tersebut berlanjut hingga ia kuliah. Akibatnya berat badan Nita melambung hingga 80-an kg. Namun ia belum merasa kegemukan. Apalagi memang saudara-saudaranya juga memiliki tubuh yang ’subur.’ "Saya cuek saja. Tetap makan bebas dan meneruskan hobi jajan."

Hingga suatu hari ia mendapat masalah kesehatan. "Menstruasi saya tidak lancar. Kadang dalam sebulan saya tidak mendapat menstruasi." Karena masalahnya bersifat kewanitaan, Nita memeriksakan diri ke spesialis kebidanan dan kandungan. Namun bukannya mendapat obat pelancar haid, Nita malah disuruh diet. "Kata dokter, masalah saya terjadi karena saya sudah overweight. Jadi, dokter tidak memberikan obat apa-apa dan malah member! rujukan ke spesialis gizi." Memang ketika itu beratnya sudah mencapai angka 82 kg.

Dari situ pola makannya diatur, tapi sama sekali tidak pakai obat. Karena ada masalah di kandungan, takut ada efek samping. Jadi murni olahraga dan diet. Akhirnya dalam satu tahun berat badannya bisa turun ke angka 59 kg.

Langkah pertama yang dilakukan:
Ketika pola makannya diatur oleh ahli gizi, Nita melepaskan masalah berat badannya. "Pokoknya jalani diet. Dan memang surprise juga melihat hasilnya." Namun suatu ketika dia tergoda juga untuk memacu penurunan berat badan, caranya dengan memperketat pola makan yang diatur dokter itu. Akibatnya dia jadi sering pusing kepala. Untunglah ayahnya melihat situasi ini, dia mengatakan kalau caranya seperti itu Nita bakal dibawa ke rumah sakit. Harusnya, 1200 kalori, baru dikurangi perlahan-lahan. Saya dianjurkan mengimbangi dengan berolahraga. Kemudian ditambah minum susu. "Ternyata kebiasaan mengkonsumsi susu itu bagus sekali. Tubuh terasa segar. Percaya deh, susu tidak menggemukkan."

Motivasi:
"Motivasi saya hanya satu, ingin sehat. Dan sekarang saya memang merasa lebih sehat. Teman-teman mengatakan saya terlihat lebih segar."

Program yang dijalankan:
Sebenarnya, saran spesialis gizi, Nita diharuskan mengatur pola makan 1200 kalori sehari. Pagi Nita hanya makan 1 lembar roti, kemudian pukul 10 makan buah seperti pepaya atau semangka. Siang makan 6 sendok nasi dengan satu jenis lauk dan 1,5 gelas sayur. Sore kalau masih lapar baru makan buah. "Malam saya tidak makan nasi, namun saya ganti dengan sayur." Selain mengatur pola makan ia juga latihan Body Language dan berenang. Setahun berlalu berat badannya turun terus, sampai 64 kg. Siklus menstruasinya juga teratur.

Kemudian Nita mendaftar ke sebuah fitness centre di dekat kantornya. "Oleh instruktur di sana, saya dianjurkan untuk minum susu. Padahal selama diet, saya tidak berani minum susu." Nita mulai memasukkan susu ke dalam pola makannya. "Sebelum olahraga saya minum susu berkalsium tinggi dan setelah latihan saya minum susu diet. Ternyata susu membuat saya lebih bertenaga. Dulu nggak kuat lari. Susu juga membuat buang air besar menjadi lancar."

Setelah rajin latihan di gym, selama 1,5 bulan beratnya turun 5 kg lagi, menjadi 59 kg. "Sekarang sih pola makan tidak terlalu dibatasi. Hanya porsinya yang dikurangi. Untuk makan siang, saya bawa bekal sendiri dari rumah supaya takarannya pas. Biasanya lauknya lengkap, daging, ikan, dan sayur. Sore kalau lapar saya makan crackers atau buah."

Obsesi:
"Saya masih ingin menurunkan berat badan hingga mencapai 55 kg. Saya ingin pakai baju senam yang model hot pants atau celana pendek. Ingin bisa memakai berbagai model baju senam."

Kunci sukses:
Niat dan konsisten. "Agar lingkungan menunjang, beritahukan pada teman-teman dan keluarga kalau kita sedang diet. Jadi banyak orang yang mengingatkan ketika kita mulai lupa atau bandel.



 
 
www.jadilangsing.com © 2007 Hak Cipta Oleh Femina Group.
Dilarang menyalin/ mempublikasikan/ mengcopy isi website tanpa izin dari pihak Femina Group.